Baca Juga
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov meminta Turki untuk tidak berupaya melakukan sebuah tindakan yang dapat memicu sentimen militer di Ukraina, usai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada bulan lalu menyatakan dukungannya kepada Kiev ditengah peningkatan aktivitas militer Rusia di perbatasan Ukraina.
Erdogan mengatakan bahwa Turki dan Ukraina yang diketahui merupakan dua negara anggota NATO, telah membangun komunikasi untuk membahas mengenai kerjasama industri pertahanan.
"Kami sangat menyarankan kepada negara sahabat Turki untuk berhati-hati dalam menganalisa situasi dan berhenti meningkatkan sentimen militer pada pihak Kiev," kata Sergey Lavrov dalam sebuah wawancara pada Senin (24/5) seperti dikutip Reuters.
Sumber : Jitunews.com

